Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Friday, March 3, 2017

Eksistensi kecintaan pada Tuhan

Friday, March 03, 2017 2 Comments
Kematian
Apa yang kalian rasakan ketika mendengar kata itu?
Berpikirkah kalian seberapa banyak perbekalan yang kalian siapkan untuk berjumpa dengan Tuhan?
Keduniawian dengan segala gemerlapnya sudah menghilangkan eksistensi cinta kita kepada Tuhan.
Entah lebih sering mana kalian mendengar eksistensi cinta sesama manusia dari pada mendengar eksistensi cinta pada Tuhan..
Percintaan manusia pun di gambarkan dengan banyak mengandung unsur keduniawian,,mengapa tidak ?
Coba kalian perhatikan ,,cinta sekarang tak ubahnya seperti produk yang di perjual belikan,,dalam hal ini kita bisa melihat bahwa menjamurnya produk-produk seperti boneka,Bungan ,film dan lainnya untuk memenuhi kebutuhan cinta manusia,,
Kecintaan kepada Tuhan semakin terasingkan dan mungkin sudah sayup-sayup terdengar,,
Tapi aku malu ,walaupun makhluk-Nya yang mulai menjauh dari-Nya tapi Tuhan begitu penyayang dan Bijaksana sehingga selalu memberi kita kesempatan untuk selalu memperbaiki dir..entah kita sadar akan hal itu apa tidak,,
Menjamurnya buku percintaan anak manusia semakin menghilangkan eksistensi kecintaan kepada Tuhan, Cinta manusia di komersilkan,,
Seorang laki-laki yang ingin menyatakan cinta saja harus bermodalkan boneka atau bunga mungkin juga lebih dari dua barang tersebut, tak heran jika materialisme semakin merajalela di zaman percintaan komersial.
Aku berharap ada di suatu masa dimana Kecintaan terhadap Tuhan di bumikan mengalahkan percintaan manusia yang komersil itu,,,
Aku hanya berharap entah itu kapan mungkin setelah aku menghadap kepada Tuhan 
Aku berharap aku dan kita semua termasuk hamba-hamba yang mempunyai jiwa yang tenang dan menghadap Tuhan dengan penuh keridha’an 








Follow my blog with Bloglovin

Tuesday, February 21, 2017

Street Food

Tuesday, February 21, 2017 2 Comments
Street food

Hai sobat blogger ,,
Aku mau share tentang penjual makanan dijalan..
Okey…awalnya aku mulai dari kebiasaan ku yang sering ikut organisasi dan komunitas sana-sini membuat aku kenal dengan banyak tipe orang..
Aku tipe orang yang suka kebebasan hahahaha maklum golongan darah B
Pertama-tama aku mulai dari kata ‘’mahasiswa’’ predikat yang aku sandang saat ini,,predikat yang penuh dengan kebebasan intelektual’’
Kita sebagai seorang mahasiswa harus mempunyai ‘’keberpihakan’’ dalam arti mana yang akan kamu perjuangkan,,
Dalam contoh kecil masalah ‘’makanan’’ kita pemuda yang diharapkan mampu mewujudkan ‘’kedaulatan pangan’’ dalam arti mencintai produk negeri kita ‘’indonesia’’
Kita seorang mahasiswa harusnya mampu berfikir lebih dalam hal menentukan keberpihakan,,
Banyak kalangan mahasiswa yang enggan untuk makan di warung pinggir jalan,,mungkin alasannya kurang higienis atau mungkin karena gengsi ‘’
Ketika dalam hal kecil saja kita masih memperbesarkan gengsi kita mana bisa kita mampu mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera…
Seandainya kalua kita mencoba untuk datang/membeli kepada mereka yang berjualan di pinggir jalan paling tidak kita sudah membantu mereka dalam ‘’kemandirian ekonomi’’ dalam arti tidak meminta-minta,,,
Menurut pengamatan saya sendiri banyak orang yang lebih suka memberikan sumbangan kepada mereka yang meminta-minta,,justru itu membuat mereka menjadi manja,,tapi berbeda dengan kita membantu dalam hal membeli untuk mengapresiasi kinerja mereka,, setidaknya mereka sudah berjuang untuk menjadi masyarakat yang tidak konsumtif ,,tapi apa banyak diantara kita yang lebih mengedepankan masalah ‘’gengsi’’
Mahasiswa harusnya sudah mampu bertindak bijaksana dalam hal ini ,tidak hanya bijaksana dalam pemikiran.,, sudah saatnya kita untuk mulai bergerak untuk mewujudkan negeri yang berdaulat,,,

Maaf jika tulisan saya banyak salahnya,,ini Cuma ungkapan kegalauan saya selama menjadi mahasiswa….


image souce :  http://www.halloriau.com




Friday, January 20, 2017

SAJAK UNTUK TUHAN

Friday, January 20, 2017 0 Comments

Malam tempatku beradu dengan renungan..
Renungan akan kisah lampau kenangan...
Hingga kenangan itu menjadi tetalihkan..
Kala aku ingat akan dosa-dosa terhadap kenangan..

Tuhan aku mohon ampun atas dosa yang ku lakukan..
Aku malu atas banyaknya nikmat yang kau berikan...
Manusiamu hidup di bumi ini dengan kerakusan..
Hingga lupa akan adanya hari pembalasan....

Tuhan maafkan aku, aku menduakan hati yang kau ciptakan...
Aku membaginya dengan dunia dan isinya yang kau ciptakan...
Aku bahkan tak pantas di anggap makhluk sempurna yang kau ciptakan...
Aku malu atas tindakan-tindakan buruk yang ku lakukan...

Maafkan aku Tuhan, aku hanya mengharapkan syurga yang Engkau janjikan..
Aku tidak mencintai Mu dengan Ketulusan..
Cinta murni tanpa imbalan..
Ampuni Aku Tuhan...

Aku akan berubah menjadi lebih Beriman
Insha Allah

Semoga kita bisa mencintai Allah dengan Tulus 😊😊

Thursday, January 12, 2017

Selaras dengan Alam

Thursday, January 12, 2017 0 Comments
Hay sobat blogger
Kali ini aku mau memposting tentang kehidupan
Dunia modern ini membuat kita lupa akan asal usul diri kita,kita hanya seperti daging yang berjalan tak ada makna dalam diri kita
Kita disibukkan dengan dunia masing-masing dengan kegiatannya masing-masing bertegur sapa pun jarang
Tuhan , aku mulai lelah dengan zaman seperti ini dimana nilai kemanusiaan sedikit memudar,bahkan mungkin di lupakan
Aku mencoba memikirkan tentang kesukses an, menurutku sukses itu di ukur dari banyaknya senyuman ikhlas pada bibir kita, dimana senyuman itu menggambarkan kebahagian diri kita
Kita bisa bahagia jika kita mau bersyukur , kita punya banyak uang malah membuat orang semakin jauh dari bersyukur dimana tidak mereka takut hartanya berkurang
Orang yang punya kebun misalnya mereka takut tanaman nya di makan hewan-hewan , sehingga sering aku lihat hewan-hewan itu tidak berdosa dibunuh, salahkah hewan itu mencari nafkah untuk dirinya?
Kerakusan manusia semakin merajalela, ketika aku tau banyak habitat hewan yang di gunakan manusia untuk memenuhi ke butuhannya, tapi ketika hewan itu marah mereka malah membunuhnya, mengusirnya
Kehidupan haruslah selaras dengan alam, alam meskipun di rusak tak pernah membenci manusia, alam masih menyediakan air untuk kita meski kita jarang menanam pohon
Tuhan, maafkan aku, bumi Mu semakin menangis karna aku ( manusia) makhluk yg KAU ciptakan dg sempurna
Foto ini sangat memukau mungkin karena kesederhanaan gadis kecil itu

seperti menggambarkan masa lalu
alam yang tenang